Saya Tidak Dibayar Sama Pemerintah

16 Feb 2011

Disini saya mau menulis singkat tentang uneg-uneg saya belakangan ini semenjak saya menulis tentang berita heboh “Susu Berbakteri” di blog saya yang lainya. Ceritanya bermula waktu sedang heboh susu mengandung bakteri di layar televisi. Lalu karena saya juga ingin menyampaikan berita tentang hal tersebut, saya menulis informasi apa yang saya dapat dari berita yang sudah ada di blog saya yang lainnya.

Selang sehari setelah saya menulis tulisan tentang informasi yang sedang berkembang saat itu yaitu “Susu Berbakteri”,blog saya mulai kebanjiran pengunjung. Disini saya mulai senang karena mendadak blog saya laris manis dikunjungi oleh pembaca yang ingin mencari tahu informasi terbaru tentang “Susu Berbakteri”. Namun disini lain, saya juga sangat kecewa dengan para pembaca yang meninggalkan komentar di blog saya.

Banyak para pembaca yang menghujat saya, memaki saya, bahkan menuduh saya itu mafia pemerintahan. Berikut ini merupakan sebagian dari pembaca di blog saya:

“Woi yang nulis blog ini, umumin lah merk susu apa aja yg mengandung bakteri,jgn lo sembunyiin sendiri”
“tau nih jangan ditutup2in donk,jgn2 dibyr sama pemerinth yang nulis ini”
“mana daftarnya jangan hanya teriak, kami butuh daftarnya segera, dibyr pemerintah lu ye?”
“ga bakalan mau ksh tau nih yang nulis, lha dia di bayar pemerintah. dasar mafia”
“yang punya blog sudah dibungkam pake duit sama pemerintah. dasar ********”

Itu hanya sebagian dari komentar pengunjung pembaca dari puluhan komentar. Dan hampir 70% komentar menghujat saya seolah-olah saya orang yang mengetahui daftar susu berbakteri. Padahal disini saya hanya menyampaikan informasi apa yang saya dapat dan saya lihat di berita. Kebanyakan yang berkomentar seperti ini adalah ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah berkeluarga dan terlihat seperti berpendidikan. Karena form komentar blog saya menggunakan Facebook jadi saya tahu siapa yang berkomentar di blog saya.

Please, bukan hanya penulis blog yang harus bijak dan cerdas dalam memberikan informasi. Tapi pembaca juga harus bijak dan cerdas menerima informasi. Bedakan antara pemberi informasi dengan pelaku. Disini saya seolah-olah bagian dari pemenrintah yang sengaja menutup-nutupi daftar susu berbakteri. Saya disini saya seorang anak kampung biasa, yang mencoba memberikan informasi apa yang saya dapat. Jadi sebelum memberikan tanggapan, lebih baik di telaah dulu informasinya. Jangan menghakimi orang begitu saja.


TAGS Gara-Gara Susu


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post